Donderdag 29 Mei 2014

INSTRUMEN INVESTASI


Instrumen Investasi
Semua instrument invetasi  pastinya memiliki resiko, oleh karena itu peru pelajari lebih dahulu tata cara berinvestasi, jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan, pelaksanaan dari investasi dan komponen-komponen yang mendukung investasi itu sendiri. Investasi itu sendiri dibagi menjadi 2 bagian, yakni investasi jangka pendek dan jangka panjang.
Berikut ini ada jenis-jenis investasi mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang :
Investasi Jangka Pendek
  1. Tabungan di Bank,  Investasi dengan menabung di bank memang lebih aman, namun tinkgat pengembalian atau presentase perolehan bunga relatif kecil.
  2. Deposito, Jenis investasi seperti deposito memang agak lebih menguntungkan dibanding investasi dengan cara menabung di bank, karena deposito memiliki daya tambah bunga atau tingkat pengembalian yang relatif besar, namun sayangnya jenis investasi deposito ini memiliki kelemahan, yakni uang tidak dapat ddikeluarkan, ditarik atau dicairkan saat diperlukan. Deposito dapat diberikan dan dicairkan sesuai ketentuan waktu yang telah ditetapkan.
  3. Instrumen pasar uang (Money Market Instruments), Produk-produk money market fund yang populer di Indonesia adalah sertifikat Bank Indonesia (SBI), repurchase-SBI, overnight interbank, negotiable certificate of deposit (NCD). Untuk membeli produk-produk tersebut dibutuhkan dana yang relatif besar. Tingkat pengembalian yang dapat diperoleh pada umumnya lebih besar dari deposito dan dalam hal produk seperti SBI sangat aman, karena mendapat jaminan dari pemerintah.

Investasi Jangka Panjang
a)      Obligasi (Bonds)
Adalah Surat hutang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk mendapatkan dana. Namun resiko dari obligasi ini cukup besar karena apabila sudah jatuh tempo dari waktu yang telah ditentukan perusahaan blum dapat membayar hutangnya, maka nilai atau jumlah hutang semakin besar, meskipun bunga obligasi ini lebih besar daripada bunga deposito. Sehingga sedikit sekali para investor individu yang mampu membelinya.
b)      Saham
Sebuah perusahaan juga bisa mendapatkan dana dari para investor dengan mengeluarkan atau menerbitkan saham. Berbeda dengan obligasi, saham adalah sebuah pernyataan dan bukan merupakan surat hutang dan tidak ditebus penerbitnya.
c)      Reksa Dana (Mutual Funds)
Para investor dapat melakukan nvestasi namun tidak langsung yakni menggunakan perantaraan perusahaan reksa dana. Dana-dana yang terkumpul dari para investor dalam jumlah yang cukup besar akan meningkatkan posisi tawa-menawar dari perusahaan reksa dana.
d)     Investasi program pension
Perusahaan asuaransi di Indonesi begitu banyak dan sudah menjamur dengan memasarkan dan memperkenalkan produk-produk unggulannya yang dipadukan dengan program investasi dana pensiun. Apabila tiba masa pensiun, investor akan mendapatkan sejumlah dana yang berasal dari hasil pengembangan dari pihak perusahaan asuransi. Namun investasi dan aprogram pensium ini tidak banyak meghasilkan bunga dibanding menabung pada sebuah bank tertentu yang sifat bunganya lebih besar dan tidak menentu dibanding dengan investasi dana pensiun. besar keuntungan dan bunga yang diperoleh tergantung dari besar kecilnya keuntungan yang diperoleh dari perusahaan asuransi.
e)      Investasi Emas
Emas yang termasuk dalam logam mulia 99,99% merupakan salah satu logam berharga dan langka yang kehadirannya dapat diterima oleh kalangan umum. Emas yang sifatnya mudah dibentuk dan sering digunakan sebagai perhiasan menjadikan emas sebagai alat investasi yang aman dan menguntungkan.
Dalam keadaan yang tidak menentu, banyak orang beralin investasi ke emas karena emas memiliki nilai jual yang lebih stabil dan dianggap sebagai pengganti mata uang tanpa batasan asset yang penting dan aman kapan saja bisa diuangkan saat dibutuhkan. Nilai tukar US Dollar yang sama dan searah dengan emas, membuat investor beralih investasi ke emas dengan keuntungan yang berlipat apabila harga jual beli emas sedang melonjak naik.

Inilah Alasan dan Tujuan Investasi


investasi0512

Bisnis Investasi

Saat ini, investasi merupakan kata yang sering kita dengar. Namun, tahukan Anda arti investasi sebenarnya? Secara sederhana, investasi bisa diartikan kegiatan menyimpan uang dengan tujuan memperoleh imbal hasil dengan tujuan dan jangka waktu tertentu. Besarannya sangat tergantung dengan kemampuan modal Anda.
Investasi juga bisa diartikan pengorbanan seseorang dalam bentuk penundaan pengeluaran dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang.
Seperti dilansir Beritasatu, dalam makna lain investasi adalah cara mengelola uang. Pengelolaan itu bisa dibelikan pada aset riil, aset keuangan atau ditanam ke dalam suatu usaha dengan tujuan mendapat keuntungan.
Apa alasan orang berinvestasi?
Ada beberapa alasan mengapa orang berinvestasi. Hal yang utama adalah adanya kebutuhan yang direncanakan di masa depan seperti mempersiapkan pernikahan, membeli rumah, mobil, pendidikan anak dan kebutuhan lainnya
Investasi juga dilakukan orang untuk persiapan pensiun, sehingga dana yang terkumpul bisa dimanfaatkan saat dirinya kelak tidak bekerja.
Investasi juga merupakan instrumen untuk melawan kenaikan harga di masa depan akibat inflasi. Untuk itu, diperlukan investasi yang returnnya lebih tinggi dari inflasi atau minimal sama.
Alasan lain orang berinvestasi juga karena ketidakpasatian di masa depan. Sebagai contoh, krisis ekonomi membuat orang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan.
Bagaimana alasan investasi di masa kini?
Investasi sudah menjadi trend di masa kini. Investasi juga tesedia di berbagai Instrumen investasi di pasar. Hal ini membuat orang kelihatan lebih mapan bila berinvestasi pada instrumen investasi modern.
Dari semua hal diatas, bisa kita simpulkan investasi merupakan alat atau kendaraan seseorang untuk mencapai cita-cita mereka, baik jangka pendek, menegah atau panjang. Tujuan akhirnya adalah membeli rumah, pendidikan, sedangkan investasi merupakan kendaraannya.
Apa saja risiko berinvestasi?
Ada beberapa risiko dalam berinvestasi diantaranya adalah kerugian akibat turunnya nilai investasi. Sebagai contoh, saat kita membeli saham di harga Rp1.000, lalu harga saham itu turun menjadi Rp900. Nah selisihnya itu merupakan kerugian kita.
Risiko yang lain yaitu likuiditas, yakni kesulitan investor menjual kembali produk investasinya di pasar. Hal ini tentu merepotkan ketika dana investasi tersebut dibutuhkan.
Risiko lain dari inflasi adalah risiko inflasi. Hasil investasi yang diberikan tidak sebesar kenaikan harga barang dan jasa . Hal ini menyebakan kerugian karena tidak bisa membeli barang tersebut di masa depan.
Risiko investasi yang paling penting adalah penipuan, pengelapan, hingga investasi bodong. Ketika investasi sudah terkait kriminal, maka risikonya adalah kehilangan semua dana investasi.
Menyadari investasi itu baik tetapi juga berisiko, ada baiknya kita memahami produk investasi.

Kesalahan Investor Pemula

kesalahan investasi investor pemula
Sebagian investor pemula masih diliputi dengan ambisi dan ego yang cukup kuat. Dalam hal investasi kadang para investor muda tidak memperhatikan baik buruknya suatu investasi saat tawaran datang. Berikut ini lanjutan dari kesalahan investor pemula yang kami kutip dari Investopedia:
kesalahan investasi investor pemula
3. Berspekulasi
Diakui atau tidak, jika dihadapkan pada 2 produk investasi yang keuntungannya berbeda pasti Sobat memilih investasi yang lebih besar untungnya. Padahal jika diamati lebih dalam, semakin besar keuntungan maka resiko pun semakin besar. Tapi itulah yang lebih sesuai dengan jiwa muda kita. Investor pemula seolah tidak takut dengan resiko yang tinggi dan menganggap resiko itu sebagai tantangan hidup. Seorang muda akan menganggap dirinya masih memiliki banyak waktu untuk mengembalikan kerugian. Inilah mengapa kita jangan menghabiskan waktu untuk berspekulasi tapi berinvestasilah.
Spekulasi biasanya dilakukan karena investor pemula kurang memiliki informasi dan kurang mengerti instrumen investasi. Yang membedakan antara investasi dengan spekulasi hampir tidak ada, karena keduanya kita lakukan tanpa mengetahui hasil akhirnya. Bahayanya, ketika kita dimanfaatkan oleh investor senior demi keuntungan mereka.
Daripada harus berspekulasi atau berjudi sebaiknya sebelum berinvestasi kita melakukan banyak riset. Kita bisa mencari perusahaan investasi berisiko tinggi namun pilih yang potensi pendapatannya jauh lebih tinggi untuk jangka panjang. Berspekulasi bisa membuat kita trauma dan mempengaruhi cara mengambil keputusan untuk waktu yang lama.
4. Tidak banyak bertanya
Investor pemula kadang memiliki tingkat percaya diri yang terlalu tinggi. Mereka dengan mudah melakukan investasi dan meyakinkan dirinya jika keputusan yang diambil pasti menguntungkan. Seandainya investor pemula memiliki lebih banyak waktu ada baiknya bertanya dengan investor senior untuk mendapatkan keuntungan. Karena investor senior lebih paham tentang pasar daripada anda investor pemula. Keoptimisan yang terlalu tinggi bisa jadi membuat Sobat semakin besar kehilangan uang.
5. Tidak berinvestasi
Masa muda bukan berarti saatnya menghaburkan uang, jika Sobat selama ini tidak berinvestasi baiknya mulailah berinvestasi. Jangan menghabiskan uang saat ini juga. Kesalahan ini akan sangat fatal buat anda investor pemula. Anggap saja ketika tidak memiliki uang di masa tua, maka disaat itulah investasi akan menjadi dewa penolong. Apapun kesalahan yang mungkin timbul dalam investasi pasti akan memberikan anda investor pemula,pengalaman yang berharga.